Sirosis Hati

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA, Sel, 20 Mar 2012 11:05 WIB – Jika Anda gemar meminum alkohol, saatnya waspada. Lakukan pengecekan kesehatan hati Anda untuk mendeteksi dini kemungkinan munculnya penyakit sirosis hati.

“Bagi Anda yang memiliki riwayat peminum alkohol berat atau terkena hepatitis kronis, sebaiknya melakukan pemeriksaan diri sebagai tindakan deteksi dini,” ungkap Dr. Irsan Hasan, SpPD KGEH, Spesialis Penyakit Dalam-Konsultan Gastroentero Hepatologi RS Premier Jatinegara dalam talkshow di Jakarta, akhir pekan lalu.

Di seluruh penjuru dunia,  sirosis hati merupakan penyebab kematian yang menempati urutan kelima bagi pria dan urutan ketujuh bagi perempuan.  Sekitar 25.000 orang meninggal setiap tahunnya akibat penyakit ini.  Di Indonesia sirosis hati lebih banyak diderita oleh laki-laki daripada perempuan.

Di tahap awal sirosis tidak menimbulkan gejala apapun, karena pasien kemungkinan menderita sirosis hati untuk waktu yang cukup lama tanpa menyadari penyakitnya.

Sirosis juga berisiko berkembang menjadi kanker hati (hepatocellular carcinoma). Risikonya bervariasi sesuai penyebab sirosis, risiko yang terbesar adalah yang disebabkan oleh infeksi hepatitis C dan B, diikuti oleh hemokromatosis.

Apalagi, kata dia jika  hasil pemeriksaan fisik diketahui adanya pembesaran hati dan penumpukan cairan, maka ada kecurigaan Anda terkena sirosis hati.  Pemeriksaan darah juga dapat mengkonfirmasi kegagalan fungsi hati.

“Jika sirosis tidak jelas terdeteksi, maka dapat juga dilakukan pemeriksaan antibodi virus hepatitis atau auto-antibodi yang mungkin telah menyerang sel-sel hati Anda, kelebihan zat besi atau tembaga dalam darah, dan lain-lain,” ungkapnya.

Hati adalah organ terbesar dalam tubuh. Sirosis yang menyerang hati adalah penyakit kronis (terus-menerus, jangka panjang) hati. Ini berarti kerusakan pada jaringan hati normal yang membuat organ ini tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

Headline

Sirosis hati adalah jenjang akhir dari proses fibrosis hati, yang merupakan konsekuensi dari penyakit kronis hati yang ditandai dengan adanya penggantian jaringan normal dengan jaringan fibrous sehingga sel-sel hati akan kehilangan fungsinya. Sirosis ini paling sering disebabkan oleh minuman keras, hepatitis B dan C dan gemuk penyakit hati tetapi telah banyak kemungkinan penyebab lain.

Pada kasus seperti ini, seringkali terjadi gangguan pada portal pembuluh hati pada hati (Extrahepatic portal vein obstruction, EHPVO) sehingga mengakibatkan terganggunya homeostasis pada hati yang berdampak pada disfungsi sintesis faktor koagulasi.

Cara untuk mencegah terjadinya sirosis bukanlah dengan mengonsumsi kopi dalam jumlah yang banyak, namun dapat dilakukan dengan mengurangi konsumsi alkohol. Studi lainnya pernah menyatakan bahwa peminum alkohol yang berat ternyata memiliki hasil tes gula darah yang lebih sehat dan pengaruh kopi dalam mengurangi kadar enzim-enzim hati dalam darah juga lebih terlihat.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam – Konsultan Gastroentero Hepatologi RS Premier Jatinegara, DR Irsan Hasan SpPD KGEH, menjelaskan, sirosis di tahap awal memang tidak menimbulkan gejala apapun, oleh karenanya pasien kemungkinan menderita sirosis hati untuk waktu yang cukup lama tanpa menyadari penyakitnya.

“Penyakit ini menjadi penyebab kematian urutan kelima untuk laki-laki dan urutan ketujuh bagi perempuan di dunia. Sedangkan di Indonesia, sirosis hati lebih banyak diderita oleh laki-laki,” jelas Dr Irsan dalam acara Seminar Awam Sirosis Hati, Deteksi Dini & Pengobatannya di RS Premier Jatinegara, Sabtu (17/3).

Sirosi hati adalah kemunduran fungsi liver yang permanen yang ditandai dengan perubahan histopatologi. Dengan kata lain, organ ini tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya.

Perubahan histopatologi yang terjadi menyebabkan peninggian tekanan pembuluh darah pada sistem vena porta. Sebagai akibat dari peninggian tekanan vena porta, terjadi varises esophagus dan bila pecah terjadi muntah darah warna hitam (hematemesis).

Menurut Dr Irsan, jika kerusakan tidak dihentikan, hati akan kehilangan kemampuannya untuk menjalankan fungsi normalnya secara bertahap. Hal ini yang sering disebut gagal hati, atau sebagai stadium akhir penyakit hati.

Penyebab dan gejala sirosis hati

Penyebab dari sirosis hati adalah infeksi virus hepatitis (virus hepatitis B dan C), berlemakan hati (fatty liver), peminum alkohol yang rutin dalam waktu lama, obat – obatan yang menganggu fungsi liver dalam waktu yang lama, jamu – jamuan, makanan dengan bahan pengawet.

Gejala dari sirosis hati tergantung pada tingkat berat sirosis hati yang terjadi. Sirosis Hati dibagi dalam tiga tingkatan yakni Sirosis Hati yang paling rendah Child A, Child B, hingga pada sirosis hati yang paling berat yakni Child C.

Gejala yang biasa dialami penderita sirosis dari yang paling ringan yakni lemah tidak nafsu makan, hingga yang paling berat yakni bengkak pada perut, tungkai, dan penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan fisik pada tubuh penderita terdapat palmar eritem, spider nevi.

“Penyakit ini risikonya bervariasi, sesuai dengan penyebab sirosis. Risiko terbesar adalah yang disebabkan oleh infeksi hepatitis C dan B, dan diikuti oleh hemokromatosis,” ungkapnya dalam seminar awam tersebut.

Diagnosis

Bila dokter mencurigai Anda terkena sirosis, dia dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui adanya pembesaranhati dan penumpukan cairan. Kecurigaan sirosis terutama muncul bila Anda mengalami gejala dan beriwayat meminum alkoholberat atau terkena hepatitis kronis.

Pemeriksaan darah dapat mengkonfirmasi kegagalan fungsi hati. USG dapat menunjukkan apakah ada kerusakan di hati Anda. Untuk mengkonfirmasi, biopsi (sampel kecil) dari hati dapat diambil untuk dilihat di bawah mikroskop.

Jika penyebab sirosis tidak jelas, maka pemeriksaan lebih lanjut dapat dilakukan untuk memperjelas penyebabnya, misalnya denganmemeriksa antibodi virus hepatitis atau auto-antibodi yang mungkin telah menyerang sel-sel hati Anda, kelebihanzat besi atau tembaga di dalam darah

Dr Irsan mengingatkan bagi mereka yang memiliki riwayat peminum alkohol berat, atau terkena hepatitis kronis, sebaiknya melakukan pemeriksaan diri sebagai tindakan deteksi dini.

“Terlebih lagi jika berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, diketahui adanya pembesaran hati dan penumpukan cairan, maka ada kecurigaan akan terkena sirosis hati. Selain itu pemeriksaan darah juga dapat mengkonfirmasi kegagalan fungsi hati,” ungkapnya.

Sementara itu, pengobatan dari sirosis hati, sambung Dr Irsan adalah dengan menghindari hal yang dapat memperberat fungsi hati, pemberian obat untuk melancarkan metabolisme hati.

Pengobatan yang paling definitif adalah tranplantasi hati, tetapi hingga saat ini kemajuan teknologi kedokteran dan penyulit yang terjadi pada penderita dengan sirosis hati, masih belum memberikan hasil yang baik.

sumber: tribunnews.com ,wikipedia.com, inilah.com

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s