Kanker Darah (Leukemia)

Definisi Leukemia

Leukemia adalah suatu tipe dari kanker. Kanker adalah suatu kelompok dari banyak penyakit-penyakit yang berhubungan. Semua kanker-kanker mulai di sel-sel, yang membentuk darah dan jaringan-jaringan lain. Secara normal, sel-sel tumbuh dan membelah untuk membentuk sel-sel baru ketika tubuh membutuhkan mereka. Ketika sel-sel tumbuh menjadi tua, mereka mati, dan sel-sel baru mengambil tempat mereka.

Adakalanya proses yang teratur ini berjalan salah. Sel-sel baru terbentuk ketika tubuh tidak memerlukan mereka, dan sel-sel tua tidak mati ketika mereka seharusnya mati. Leukemia adalah kanker yang mulai di sel-sel darah.

Sel-Sel Darah Normal

Sel-sel darah terbentuk di sumsum tulang (bone marrow). Sumsum tulang adalah material yang lunak dipusat dari kebanyakan tulang-tulang.

Sel-sel darah yang belum menjadi dewasa (matang) disebut sel-sel induk (stem cells) dan blasts. Kebanyakan sel-sel darah menjadi dewasa didalam sumsum tulang dan kemudian bergerak kedalam pembuluh-pembuluh darah. Darah yang mengalir melalui pembuluh-pembuluh darah dan jantung disebut peripheral blood.

Sumsum tulang membuat tipe-tipe yang berbeda dari sel-sel darah. Setiap tipe mempunyai suatu fungsi yang khusus:

  • Sel-sel darah putih membantu melawan infeksi.
  • Sel-sel darah merah mengangkut oksigen ke jaringan-jaringan diseluruh tubuh.
  • Platelet-platelet membantu membentuk bekuan-bekuan (gumpalan-gumpalan) darah yang mengontrol perdarahan.

Sel-Sel Leukemia

Pada orang-orang dengan leukemia, sumsum tulang menghasilkan sel-sel darah putih yang abnormal. Sel-sel yang abnormal adalah sel-sel leukemia. Pertama, sel-sel leukemia berfungsi hampir secara normal. Pada waktunya, mereka mungkin mendesak sel-sel darah putih, sel-sel darah merah, dan platelet-platelet yang normal. Ini membuat darah berat untuk mengerjakan pekerjaannya.

Tipe-Tipe Leukemia

Tipe-tipe leukemia dikelompokan oleh berapa cepatnya penyakit berkembang dan memburuk. Leukemia adalah salah satu dari yang kronis (memburuk secara perlahan) atau yang akut (memburuk secara cepat):

  • Leukemia Kronis—Pada awal penyakit, sel-sel darah yang abnormal masih dapat mengerjakan pekerjaan mereka, dan orang-orang dengan leukemia kronis mungkin tidak mempunyai gejala-gejala apa saja. Secara perlahan, leukemia kronis memburuk. Ia menyebabkan gejala-gejala ketika jumlah sel-sel leukemia didalam darah meningkat.
  • Leukemia Akut—Sel-sel darah adalah sangat abnormal. Mereka tidak dapat mengerjakan pekerjaan normal mereka. Jumlah sel-sel abnormal meningkat secara cepat. Leukemia akut memburuk secara cepat.

Tipe-tipe leukemia juga dikelompokan oleh tipe sel darah putih yang terpengaruh. Leukemia dapat timbul pada sel-sel lymphoid atau sel-sel myeloid. Leukemia yang mempengaruhi sel-sel lymphoid disebut lymphocytic leukemia. Leukemia yangmempengaruhi sel-sel myeloid disebut myeloid leukemia atau myelogenous leukemia.

Ada empat tipe-tipe umum dari leukemia:

  • Chronic lymphocytic leukemia (chronic lymphoblastic leukemia, CLL) bertanggung jawab pada kira-kira 7,000 kasus-kasus baru dari leukemia setiap tahun. Paling sering, orang-orang yang terdiagnosis dengan penyakit adalah diatas umur 55 tahun. Ia hampir tidak pernah mempengaruhi anak-anak.
  • Chronic myeloid leukemia (chronic myelogenous leukemia, CML) bertanggung jawab pada kira-kira 4,400 kasus-kasus baru dari leukemia setiap tahun. Ia mempengaruhi terutama dewasa-dewasa.
  • Acute lymphocytic leukemia (acute lymphoblastic leukemia, ALL) bertanggung jawab pada kira-kira 3,800 kasus-kasus baru dari leukemia setiap tahun. Ini adalah tipe leukemia yang paling umum pada anak-anak yang muda. Ia juga mempengaruhi dewasa-dewasa.
  • Acute myeloid leukemia (acute myelogenous leukemia, AML) bertanggung jawab pada kira-kira 10,600 kasus-kasus baru dari leukemia setiap tahun. Ia terjadi pada keduanya dewasa-dewasa dan anak-anak.

Hairy cell leukemia adalah suatu tipe yang jarang dari leukemia kronis. Artiel ini tidak berurusan dengan hairy cell leukemia atau tipe-tipe yang jarang dari leukemia. Bersama-sama, leukemia-leukemia yang jarang ini bertanggung jawab pada kira-kira 5,200 kasus-kasus baru dari leukemia setiap tahun.

Yang Berisiko Untuk Leukemia

Tidak seorangpun mengetahui penyebab-penyebab yang tepat dari leukemia. Dokter-dokter jarang dapat menjelaskan mengapa seseorang mendapat penyakit ini dan yang lainnya tidak. Bagaimanapun, penelitian telah menunjukan bahwa orang-orang dengan faktor-faktor risiko tertentu lebih mungkin daripada yang lain-lain mengembangkan leukemia. Suatu faktor risiko adalah apa saja yang meningkatkan kesempatan seseorang mengembangkan suatu penyakit.

Studi-studi telah menemukan faktor-faktor risiko berikut untuk leukemia:

    • Tingkatan-tingkatan radiasi yang sangat tinggi —Orang-orang yang terpapar pada tingkatan-tingkatan radiasi yang sangat tinggi adalah sangat lebih mungkin daripada yang lain-lain untuk mengembangkan leukemia. Tingkat-tingkat radiasi yang sangat tinggi telah disebabkan oleh ledakan-ledakan bom atom (seperti yang di Jepang selama perang dunia kedua) dan kecelakan-kecelakaan bangunan tenaga nuklir (seperti kecelakaan Chernobyl pada tahun 1986).

Perawatan medis yang menggunakan radiasi dapat menjadi sumber lain dari paparan tingkat tinggi. Radiasi yang digunakan untuk diagnosis, bagaimanapun, memaparkan orang-orang pada tingkat-tingkat radiasi yang jauh lebih rendah dan tidak dihubungkan pada leukemia.

  • Bekerja dengan bahan-bahan kimia tertentu—Paparan pada tingkat-tingkat yang tinggi dari benzene pada tempat kerja dapat menyebabkan leukemia. Benzene digunakan secara luas di industri kimia. Formaldehyde juga digunakan oleh industri kimia. Pekerja-pekerja yang dipaparkan pada formaldehyde juga mungkin berisiko leukemia lebih besar.
  • Kemoterapi—Pasien-pasien kanker yang dirawat dengan obat-obat melawan kanker tertentu adakalanya dikemudian hari mengembangkan leukemia. Contohnya, obat-obat yang dikenal sebagai agen-agen alkylating dihubungkan dengan pengembangan leukemia bertahun-tahun kemudian.
  • Down syndrome dan penyakit-penyakit genetik tertentu lainnya—Beberapa penyakit-penyakit yang disebabkan oleh kromosom-kromosom abnormal mungkin meningkatkan risiko leukemia.
  • Human T-cell leukemia virus-I (HTLV-I)—Virus ini menyebabkan suatu tipe yang jarang dari chronic lymphocytic leukemia dikenal sebagai human T-cell leukemia. Bagaimanapun, leukemia tidak nampak dapat menular.
  • Myelodysplastic syndrome—Orang-orang dengan penyakit darah ini berada pada risiko yang meningkat mengembangkan acute myeloid leukemia.

Pada masa lalu, beberapa studi-studi menyarankan paparan pada medan-medan elektromagnet sebagai faktor risiko lain yang mungkin untuk leukemia. Medan-medan elektromagnet adalah suatu tipe dari radiasi bertenaga rendah yang datang dari kabel-kabel listrik dan alat-alat elektris. Bagaimanapun, hasil-hasil dari studi-studi baru-baru ini menunjukan bahwa buktinya adalah lemah untuk medan-medan elektromagnet sebagai suatu faktor risiko.

Kebanyakan orang-orang yang telah mengetahui faktor-faktor risiko tidak mendapat leukemia. Pada sisi lain, banyak yang mendapat penyakit tidak mempunyai satupun dari faktor-faktor risiko ini. Orang-orang yang berpikir mereka mungkin berisiko leukemia harus mendiskusikan kekhwatiran ini dengan dokter mereka. Dokter mungkin menyarankan cara-cara untuk mengurangi risiko dan dapat merencanakan suatu jadwal untuk checkup-checkup yang tepat.

Gejala-Gejala Leukemia

Seperti semua sel-sel darah, sel-sel leukemia berjalan keseluruh tubuh. Tergantung pada jumlah sel-sel abnormal dan dimana sel-sel ini berkumpul, pasien-pasien dengan leukemia mungkin mempunyai sejumlah gejala-gejala.

Gejala-gejala umum dari leukemia:

  • Demam-demam atau keringat-keringat waktu malam
  • Infeksi-infeksi yang seringkali
  • Perasaan lemah atau lelah
  • Sakit kepala
  • Perdarahan dan mudah memar (gusi-gusi yang berdarah, tanda-tanda keungu-unguan pada kulit, atau titik-titik merah yang kecil dibawah kulit)
  • Nyeri pada tulang-tulang atau persendian-persendian
  • Pembengkakan atau ketidakenakan pada perut (dari suatu pembesaran limpa)
  • Pembengkakan nodus-nodus getah bening, terutama pada leher atau ketiak
  • Kehilangan berat badan

Gejala-gejala semacam ini bukanlah tanda-tanda yang pasti dari leukemia. Suatu infeksi atau persoalan lain juga dapat menyebabkan gejala-gejala ini. Siapa saja dengan gejala-gejala ini harus mengunjungi dokter sesegera mungkin. Hanya seorang dokter dapat mendiagnosa dan merawat persoalannya.

Pada tingkat-tingkat awal dari leukemia kronis, sel-sel leukemia berfungsi hampir secara normal. Gejala-gejala mungkin tidak nampak untuk suatu waktu yang lama. Dokter-dokter seringkali menemukan leukemia kronis sewaktu suatu checkup rutin — sebelum ada gejala-gejala apa saja. Ketika gejala-gejala nampak, mereka umumnya adalah ringan pada permulaan dan memburuk secara berangsur-angsur.

Pada leukemia akut, gejala-gejala nampak dan memburuk secara cepat. Orang-orang dengan penyakit ini pergi ke dokter karena mereka merasa sakit. Gejala-gejala lain dari leukemia akut adalah muntah, bingung, kehilangan kontrol otot, dan serangan-serangan (epilepsi). Sel-sel leukemia juga dapat berkumpul pada buah-buah pelir (testikel) dan menyebabkan pembengkakan. Juga, beberapa pasien-pasien mengembangkan luka-luka pada mata-mata atau pada kulit. Leukemia juga dapat mempengaruhi saluran pencernaan, ginjal-ginjal, paru-paru, atau bagian-bagian lain dari tubuh.

Mendiagnosa Leukemia

Jika seseorang mempunyai gejala-gejala yang menyarankan leukemia, dokter mungkin melakukan suatu pemeriksaan fisik dan menanyakan tentang sejarah medis pribadi pasien dan keluarga. Dokter juga mungkin meminta tes-tes laboratorium, terutama tes-tes darah.

Pemeriksaan-pemeriksaan dan tes-tes mungkin termasuk yang berikut:

    • Pemeriksaan Fisik—Dokter memeriksa pembengkakan nodus-nodus getah bening, limpa, dan hati.
    • Tes-Tes Darah—Laboratorium memeriksa tingkat sel-sel darah. Leukemia menyebabkan suatu tingkatan sel-sel darah putih yang sangat tinggi. Ia juga menyebabkan tingkatan-tingkatan yang rendah dari platelet-platelet dan hemoglobin, yang ditemukan didalam sel-sel darah merah. Lab juga mungkin memeriksa darah untuk tanda-tanda bahwa leukemia telah mempengaruhi hati dan ginjal-ginjal.
    • Biopsi—Dokter mengangkat beberapa sumsum tulang dari tulang pinggul atau tulang besar lainnya. Seorang ahli patologi memeriksa contoh dibahwah sebuah mikroskop. Pengangkatan jaringan untuk mencari sel-sel kanker disebut suatu biopsi. Suatu biopsi adalah cara satu-satunya yang pasti untuk mengetahui apakah sel-sel leukemia ada didalam sumsum tulang.

Ada dua cara dokter dapat memperoleh sumsum tulang. Beberapa pasien-pasien akan mempunyai kedua-duanya prosedur:

      • Bone marrow aspiration (Penyedotan sumsum tulang): Dokter menggunakan sebuah jarum untuk mengangkat contoh-contoh dari sumsum tulang.
      • Bone marrow biopsy (Biopsi Sumsum Tulang): Dokter menggunakan suatu jarum yang sangat tebal untuk mengangkat sepotong kecil dari tulang dan sumsum tulang.

Pembiusan lokal membantu membuat pasien-pasien lebih enak.

  • Cytogenetics—Lab melihat pada kromosom-kromosom dari sel-sel dari contoh-contoh dari peripheral blood, sumsum tulang, atau nodus-nodus getah bening.
  • Spinal tap—Dokter mengangkat beberapa dari cairan cerebrospinal (cairan yang mengisi ruang-ruang di dan sekitar otak dan sumsum tulang belakang). Dokter menggunakan suatu jarum panjang yang kecil untuk mengangkat cairan dari kolom tulang belakang (spinal column). Prosedur memakan waktu kira-kira 30 menit dan dilaksanakan dengan pembiusan lokal. Pasien harus terbaring untuk beberapa jam setelahnya untuk mempertahankannya dari mendapat sakit kepala. Lab memeriksa cairan untuk sel-sel leukemia dan tanda-tanda lain dari persoalan-persoalan.
  • Chest x-ray—X-ray dapat mengungkap tanda-tanda dari penyakit di dada.

Merawat Leukemia

Banyak orang-orang dengan leukemia ingin mengambil suatu bagian yang aktif dalam membuat keputusan-keputusan tentang perawatan medis mereka. Mereka ingin belajar semua yang mereka dapat tentang penyakit mereka dan opsi-opsi (pilihan-pilihan) perawatan mereka. Bagaimanapun, kejutan (shock) dan stres setelah suatu diagnosis kanker dapat membuat susah/berat untuk memikirkan semuanya yang ditanyakan kepada dokter. Seringkali membantu untuk membuat suatu daftar dari pertanyaan-pertanyaan sebelum suatu janji temu. Untuk mebantu mengingat apa yang dikatakan dokter, pasien-pasien mungkin mencatat atau bertanya apakah mereka boleh menggunakan suatu alat perekam (tape recorder). Beberapa juga ingin mempunyai seorang anggota keluarga atau teman dengan mereka ketika mereka berbicara pada dokter — mengambil bagian pada diskusi, untuk mencatat, atau hanya mendengarkan.

Dokter mungkin menunjuk pasien-pasien pada dokter-dokter yang mengkhususkan diri dalam merawat leukemia, atau pasien-pasien mungkin meminta suatu referensi. Spesialis-spesialis yang merawat leukemia termasuk ahli hematologi (hematologists), ahli-ahli medis kanker (medical oncologists), dan ahli-ahli radiasi kanker (radiation oncologists). Ahli-ahli kanker anak-anak (Pediatric oncologists) dan ahli-ahli hematologi (hematologists) merawat leukemia masa kanak-kanak.

Kapan saja memungkinkan, pasien-pasien harus dirawat pada suatu pusat medis yang mempunyai dokter-dokter yang berpengalaman dalam merawat leukemia. Jika ini tidak memungkinkan, dokter pasien mungkin mendiskusikan rencana perawatan dengan seorang spesialis pada suatu pusat semacam itu.

Mendapatkan Suatu Opini (Pendapat) Kedua

Adakalanya berguna untuk mendapatkan suatu opini kedua tentang diagnosis dan rencana perawatan. Beberapa perusahaan-perusahaan asuransi memerlukan suatu opini kedua; yang lain-lain mungkin mencakup suatu opini kedua jika pasien atau dokter memerlukannya. Ada sejumlah cara-cara untuk menemukan seorang dokter untuk opini kedua:

    • Dokter pasien mungkin mampu untuk menyarankan seorang dokter yang mengkhususkan diri pada leukemia dewasa atau masa kanak-kanak. Pada pusat-pusat kanker, beberapa spesialis-spesialis seringkali bekerja bersama-sama sebagai suatu regu/team.
    • Cancer Information Service, dapat memberitahukan pada orang-orang yang menelpon tentang pusat-pusat perawatan yang berdekatan.

Suatu masyarakat lokal atau kedokteran negara bagian, suatu rumah sakit yang berdekatan, atau suatu sekolah kedokteran dapat biasanya menyediakan nama-nama dari spesialis-spesialis.

  • The American Board of Medical Specialties (ABMS) mempunyai suatu daftar dari dokter-dokter yang telah memenuhi persyaratan-persyaratan pendidikan dan pelatihan tertentu dan telah lulus ujian-ujian khusus. The Official ABMS Directory of Board Certified Medical Specialists membuat daftar nama-nama dokter bersama-sama dengan spesialis mereka dan latar belakang pendidikan mereka. ABMS menawarkan informasi ini di Internet pada http://www.abms.org.

Persiapan Untuk Perawatan

Dokter dapat menggambarkan opsi-opsi perawatan dan mendiskusikan hasil-hasil yang dapat diharapkan dengan setiap opsi perawatan. Dokter dan pasien dapat bekerja sama untuk mengembangkan suatu rencana perawatan yang cocok dengan keperluan-keperluan pasien.

Perawatan tergantung pada sejumlah faktor-faktor, termasuk tipe dari leukemia, umur pasien, apakah sel-sel leukemia hadir dalam cairan cerebrospinal, dan apakah leukemia telah dirawat sebelumnya. Ia juga mungkin tergantung pada ciri-ciri tertentu dari sel-sel leukemia. Dokter juga memasukan kedalam pertimbangan gejala-gejala dan kesehatan umum pasien.

Orang-orang tidak perlu untuk bertanya semua dari pertanyaan-pertanyaannya atau mengerti semua dari jawaban-jawabannya sekaligus. Mereka akan mempunyai kesempatan-kesempatan lain untuk meminta dokter untuk menjelaskan hal-hal yang tidak jelas dan meminta lebih banyak informasi.

Metode-Metode Perawatan

Dokter adalah orang yang terbaik untuk menggambarkan opsi-opsi perawatan dan mendiskusikan hasil-hasil yang diharapkan. Tergantung pada tipe dan luasnya penyakit, pasien-pasien mungkin mempunyai kemoterapi, terapi biologi, terapi radiasi, atau transplantasi sumsum tulang. Jika limpa pasien membesar, dokter mungkin menyarankan operasi untuk mengangkatnya. Beberapa pasien-pasien menerima suatu kombinasi dari perawatan-perawatan.

Orang-orang dengan leukemia akut perlu dirawat segera. Tujuan dari perawatan adalah untuk membawa suatu remisi. Kemudian, ketika tanda-tanda dan gejala-gejala hilang, lebih banyak terapi mungkin diberikan untuk mencegah suatu kekambuhan. Tipe terapi ini disebut terapi pemeliharaan (maintenance therapy). Banyak orang-orang dengan leukemia akut dapat disembuhkan.

Pasien-pasien leukemia kronis yang tidak mempunyai gejala-gejala mungkin tidak memerlukan perawatan yang segera. Dokter mungkin menyarankan menunggu sembari mengamati untuk beberapa pasien-pasien dengan chronic lymphocytic leukemia. Regu perawatan kesehatan akan memonitor kesehatan pasien sehingga perawatan dapat mulai jika gejala-gejala terjadi atau memburuk. Ketika perawatan untuk leukemia kronis diperlukan, ia dapat seringkali mengontrol penyakit dan gejala-gejalanya. Bagaimanapun, leukemia kronis jarang dapat disembuhkan. Pasien-pasien mungkin menerima terapi pemeliharaan (maintenance therapy) untuk membantu mempertahankan kanker pada remisi.

Seorang pasien mungkin ingin berbicara dengan dokter tentang mengambil bagian pada suatu percobaan klinik, suatu studi penelitian dari metode-metode perawatan yang baru.

Sebagai tambahan pada terapi antikanker, orang-orang dengan leukemia mungkin mempunyai perawatan untuk mengontrol nyeri dan gejal-gejala lain dari kanker, untuk menghilangkan efek-efek sampingan dari terapi, atau untuk meringankan persoalan-persoalan emosional. Perawatan macam ini disebut pengendalian gejala (symptom management), perawatan yang mendukung (supportive care), atau perawatan yang meredakan (palliative care).

Kemoterapi

Kebanyakan pasien-pasien dengan leukemia menerima kemoterapi. Tipe perawatan kanker ini menggunakan obat-obat untuk membunuh sel-sel leukemia. Tergantung pada tipe dari leukemia, pasien mungkin menerima suatu obat tunggal atau suatu kombinasi dari dua atau lebih obat-obat.

Orang-orang dengan leukemia mungkin menerima kemoterapi dalam beberapa cara-cara yang berbeda:

  • Dengan mulut
  • Dengan suntikan langsung kedalam suatu vena (IV atau intravenous)
  • Melalui suatu kateter (suatu tabung lentur yang kecil) yang ditempatkan didalam suatu vena besar, seringkali didada bagian atas — Suatu kateter yang berdiam ditempat adalah berguna untuk pasien-pasien yang memerlukan banyak perawatan-perawatan intravena (IV). Pekerja-pekerja perawatan kesehatan menyuntikan obat-obat kedalam kateter, dibanding secara langsung kedalam suatu vena. Metode ini menghindari keperluan untuk banyak suntikan-suntikan, yang dapat menyebabkan ketidakenakan dan melukai vena-vena dan kulit.
  • Dengan suntikan secara langsung kedalam cairan cerebrospinal — Jika seorang ahli patologi menemukan sel-sel leukemia didalam cairan yang mengisi ruang-ruang di dan sekitar otak dan sumsum tulang belakang (spinal cord), dokter mungkin memerintahkan kemoterapi intrathecal. Dokter menyuntikan obat-obat secara langsung kedalam cairan cerebrospinal. Metode ini digunakan karena obat-obat yang diberikan dengan suntikan intravena atau dikonsumsi melalui mulut seringkali tidak mencapai sel-sel di otak dan spinal cord. Suatu jaringan dari pembulh-pembuluh darah menyaring darah yang pergi ke otak dan spinal cord. Penghalang darah-otak ini menghentikan obat-obat dari pencapaian ke otak.

Pasien mungkin menerima obat-obat dalam dua cara:

  • Suntikan kedalam spine (tulang belakang): Dokter menyuntikan bat-obat kedalam kolom tulang belakang bagian yang lebih bawah.
  • Ommaya reservoir: Anak-anak dan beberapa pasien-pasien dewasa menerima kemoterapi intrathecal melalui suatu kateter khusus yang disebut suatu Ommaya reservoir. Dokter menempatkan kateter dibawah kulit kepala. Dokter menyuntikan obat-obat antikanker kedalam kateter. Metode ini menghindari ketidakenakan dari suntikan-suntikan kedalam tulang belakang (spine).

Pasien-pasien menerima kemoterapi dalam siklus-siklus: suatu periode perawatan, kemudian suatu periode pemulihan (recovery), dan kemudian periode perawatan lainnya. Pada beberapa kasus-kasus, pasien mempunyai kemoterapi sebagai seorang pasien luar dari rumah sakit, di tempat praktek dokter, atau dirumah. Bagaimanapun, tergantung pada obat-obat mana yang diberikan, dan kesehatan umum pasien, suatu opname mungkin diperlukan.

Beberapa orang-orang dengan chronic myeloid leukemia menerima suatu tipe perawatan baru yang disebut targeted therapy. Targeted therapy menghalangi produksi dari sel-sel leukemia namun tidak merugikan sel-sel normal. Gleevec, juga disebut STI-571, adalah targeted therapy pertama yang disetujui untuk chronic myeloid leukemia.

Terapi Biologi

Orang-orang dengan beberapa tipe-tipe dari leukemia mempunyai terapi biologi. Tipe perawatan ini memperbaiki pertahanan-pertahanan alami tubuh terhadap kanker. Terapi diberikan dengan suntikan kedalam suatu vena.

Untuk beberapa pasien-pasien dengan chronic lymphocytic leukemia, tipe terapi biologi yang digunakan adalah suatu antibodi monoclonal. Senyawa ini mengikat pada sel-sel leukemia. Terapi ini memungkinkan sistim imun untuk membunuh sel-sel leukemia didalam darah dan sumsum tulang (bone marrow).

Untuk beberapa pasien-pasien dengan chronic myeloid leukemia, terapi biologi adalah suatu senyawa alami yang disebut interferon. Senyawa ini dapat memperlambat pertumbuhan dari sel-sel leukemia.

Terapi Radiasi

Terapi radiasi (juga disebut radiotherapy) menggunakan sinar-sinat bertenaga tinggi untuk membunuh sel-sel leukemia. Untuk kebanyakan pasien-pasien, suatu mesin yang besar mengarahkan radiasi pada limpa, otak, atau bagian-bagian lain dari tubuh dimana sel-sel leukemia telah berkumpul. Beberapa pasien-pasien menerima radiasi yang diarahkan keseluruh tubuh. Penyinaran atau iradiasi seluruh tubuh biasanya diberikan sebelum suatu transplantasi sumsum tulang. Pasien-pasien menerima terapi radiasi di sebuah rumah sakit atau klinik.

Transplantasi Sel Induk (Stem cell transplantation)

Beberapa pasien-pasien dengan leukemia mempunyai transplantasi sel induk. Suatu pencangkokan sel induk mengizinkan seorang pasien dirawat dengan dosis-dosis obat-obat yang tinggi, radiasi, atau kedua-duanya. Dosis-dosis yang tinggi menghancurkan kedua-duanya yaitu sel-sel leukemia dan sel-sel darah normal didalam sumsum tulang. Kemudian, pasien menerima sel-sel induk yang sehat melalui suatu tabung yang lentur yang ditempatkan didalam suatu vena yang besar pada leher atau area dada. Sel-sel darah baru berkembang dari sel-sel induk yang dicangkokan.

Ada beberapa tipe-tipe dari transplantasi sel induk:

  • Transplantasi Sumsum Tulang — Sel-sel induk (stem cells) datang dari sumsum tulang (bone marrow).
  • Peripheral stem cell transplantation—Sel-sel induk (stem cells) datang dari darah peripheral.
  • Umbilical cord blood transplantation—Untuk seorang anak dengan tidak ada donor, dokter mungkin menggunakan sel-sel induk dari darah tali pusar (umbilical cord blood). Darah tali pusar adalah dari seoarng bayi yang baru dilahirkan. Adakalanya darah tali pusar dibekukan untuk penggunaan di kumudian hari.

Sel-sel induk (stem cells) mungkin datang dari pasien atau dari seorang donor:

  • Autologous stem cell transplantation—Tipe pencangkokan ini menggunakan sel-sel induk pasien sendiri. Sel-sel induk diambil dari pasien, dan sel-sel mungkin dirawat untuk membasmi sel-sel leukemia apa saja yang hadir. Sel-sel induk dibekukan dan disimpan. Setelah pasien menerima kemoterapi dosis tinggi atau terapi radiasi, sel-sel induk yang disimpan dicairkan dan dikembalikan pada pasien.
  • Allogeneic stem cell transplantation—Tipe pencangkokan ini menggunakan sel-sel induk yang sehat dari seorang donor. Saudara laki, saudara perempuan, atau orangtua pasien mungkin adalah donornya. Adakalanya sel-sel induk datang dari seorang donor yang tidak bersaudara. Dokter-dokter menggunakan tes-tes darah untuk memastikan sel-sel donor cocok dengan sel-sel pasien.
  • Syngeneic stem cell transplantation—Tipe pencangkokan ini menggunakan sel-sel induk dari saudara kembar identis pasien yang sehat.

Setelah suatu pencangkokan sel induk, pasien-pasien biasanya berdiam dirumah sakit untuk beberapa minggu. Regu perawatan kesehatan melindungi pasien-pasien dari infeksi sampai sel-sel induk yang dicangkokan mulai memproduksi cukup sel-sel darah putih.

Efek-Efek Sampingan Perawatan Leukemia

Karena perawatan kanker mungkin merusak sel-sel dan jaringan-jaringan yang sehat, efek-efek sampingan yang tidak diinginkan adalah umum. Efek-efek sampingan yang spesifik tergantung pada banyak faktor-faktor, termasuk tipe dan luasnya perawatan. Efek-efek sampingan mungkin tidak akan sama untuk setiap orang, dan mereka bahkan berubah dari satu sesi perawatan ke berikutnya. Sebelum perawatan mulai, dokter akan menjelaskan kemungkinan efek-efek sampingan dan menyarankan cara-cara untuk mengendalikan mereka.

Kemoterapi

Efek-efek sampingan dari kemoterapi tergantung terutama pada obat-obat spesifik dan dosisnya. Pada umumnya, obat-onat antikanker mempengaruhi sel-sel yang membelah secara cepat, terutama sel-sel leukemia. Kemoterapi dapat juga mempengaruhi sel-sel lain yang membelah secara cepat:

  • Sel-Sel Darah: Sel-sel ini melawan infeksi, membantu darah membeku, dan mengangkut oksigen ke seluruh bagian-bagian dari tubuh. Ketika sel-sel darah terpengaruh, pasien-pasien lebih mungkin mendapat infeksi-infeksi, mungkin mendapat memar atau perdarahan dengan mudah, dan mungkin merasa sangat lemah dan lelah.
  • Sel-Sel Pada Akar-Akar Rambut: Kemoterapi dapat menjurus pada kerontokan rambut. Rambut tumbuh kembali, namun rambut baru mungkin sedikit banyaknya berbeda dalam warna dan tekstur.
  • Sel-Sel Yang Melapisi Saluran Pencernaan: Kemoterapi dapat menyebabkan luka-luka mulut dan bibir, mual dan muntah, diare, dan nafsu makan yang buruk. Banyak dari efek-efek sampingan ini dapat dikontrol dengan obat-obat.

Beberapa obat-obat antikanker dapat mempengaruhi kesuburan seseorang pasien. Wanita-wanita mungkin mempunyai periode-periode menstrual yang tidak teratur atau periode-periode mungkin berhenti sama sekali. Wanita-wanita mungkin mempunyai gejala-gejala dari menopause, seperti kepanasan dan kekeringan vagina. Pria-pria mungkin berhenti memproduksi sperma. Karena perubahan-perubahan ini mungkin adalah permanen, beberapa pria-pria mempunyai sperma mereka dibekukan dan disimpan sebelum perawatan. Kebanyakan anak-anak yang dirawat untuk leukemia nampaknya mempunyai kesuburan yang normal ketika mereka tumbuh menjadi dewasa. Bagaimanapun, tergantung pada obat-obat dan dosis-dosis yang digunakan dan umur dari pasien, beberapa anak-anak laki dan perempuan mungkin menjadi tidak subur ketika mereka menjadi dewasa.

Karena terapi yang ditargetkan (adakalanya digunakan untuk chronic myeloid leukemia) mempengaruhi hanya sel-sel leukemia, ia menyebabkan lebih sedikit efek-efek sampingan daripada kebanyakan obat-obat antikanker lainnya. Bagaimanapun, Gleevec mungkin menyebabkan pasien-pasien menahan air. Ini mungkin menyebabkan pembengkakan atau kembung.

Terapi Biologi

Efek-efek sampingan dari terapi biologi berbeda dengan tipe-tipe senyawa-senyawa yang digunakan, dan dari pasien ke pasien. Ruam-ruam atau pembengkakan dimana terapi biologi disuntikan adalah umum. Gejala-gejala seperti influensa juga mungkin terjadi. Regu pelayanan kesehatan mungkin memonitor darah untuk tanda-tanda dari anemia dan persoalan-persoalan lain.

Terapi Radiasi

Terapi radiasi mungkin menyebabkan pasien-pasien menjadi sangat lelah ketika perawatan berlanjut. Istirahat adalah penting, namun dokter-dokter biasanya menasehati pasien-pasien untuk mencoba tetap aktif sebisa mereka. Sebagai tambahan, ketika pasien-pasien menerima terapi radiasi, adalah umum untuk kulit mereka menjadi merah, kering, dan peka pada area yang dirawat. Efek-efek sampingan lain tergantung pada area tubuh yang dirawat. Jika kemoterapi diberikan pada saat yang bersamaan, efek-efek sampingan mungkin adalah lebih buruk. Dokter dapat menyarankan cara-cara untuk mengurangi persoalan-persoalan ini.

Transplantasi Sel Induk (Stem cell transplantation)

Pasien-pasien yang mempunyai transplantasi sel induk menghadapi suatu peningkatan risiko infeksi, perdarahan, dan efek-efek sampingan lain karena dosis-dosis kemoterapi dan radiasi yang besar yang mereka terima. Sebagai tambahan,graft-versus-host disease (GVHD) mungkin terjadi pada pasien-pasien yang menerima sel-sel induk dari sumsum tulang seorang donor. Pada GVHD, sel-sel induk yang didonasikan bereaksi terhadap jaringan-jaringan pasien. Paling sering, hati, kulit, atau saluran pencernaan terpengaruh. GVHD dapat menjadi ringan atau sangat berat/parah. Ia dapat terjadi kapan saja setelah transplatasi (pencangkokan), bahkan bertahun-tahun kemudian. Steroid-steroid atau obat-obat lain mungkin membantu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s