Kopi.. Coffee.. Coffea

 Sering banget ya kita lihat iklan kopi di televisi, media cetak, dll. Buat saya, entah kenapa kalau minum kopi,  saya malah jadi ngantuk, bukannya melek. (─˛─”)

Btw, kali ini saya mau bahas tentang jenis-jenis kopi dulu ya.. Di Indonesia, paling banyak dijumpai kopi hanya 2 saja, kopi tubruk dan kopi instan dan juga dikenal kopi arabica dan kopi robusta. Padahal gak cuma itu aja jenisnya lho..

Kopi ada 4 jenis, yaitu kopi arabica (Coffea arabica), kopi robusta (Coffea canephora), kopi liberica (Coffea liberica) dan kopi excelsa (Coffea dewevrei). Yang 2 belakangan itu memang jarang sekali didengar apalagi dilihat, walaupun saya sendiri kalau di kasih liat juga gak bisa membedakan.. hehehe.. :p

Konon, kopi liberica merupakan “best of the best” dari segala kopi di dunia ini. Honestly, kopi liberica ini sangat kecil volume yang beredar di dunia. Ajaibnya, kopi liberica ini tanamannya termasuk tanaman hutan dan banyak terdapat di pedalaman Kalimantan dan sudah berabad-abad menjadi minuman tradisional suku Dayak di sana. Pohon liberica ini bisa mencapai ketinggian 30 m, dan biji kopi liberica merupakan biji kopi dengan ukuran terbesar di dunia.

Kopi yang beredar di dunia secara umum terbagi menjadi 70% Arabica dan 30% Robusta. Indonesia sendiri adalah penghasil kopi arabica terbaik di dunia, bangga donk kita.. ♡ (´▽`ʃƪ)

Arabica sendiri masih terbagi menjadi 2, yaitu commercial arabica dan specialty arabica. Commercial arabica adalah arabica ‘pasaran’ yang walaupun grade’nya lebih tinggi dari robusta, tapi tidak memiliki rasa specific yang unik. Commercial arabica mendominasi dunia dengan 63%, yang terutama dihasilkan di Columbia dan Brazil. Sementara specialty arabica hanya mengisi 7%. Ada 7 macam kopi arabica, 6 di antaranya dihasilkan oleh Indonesia, dan hanya 1 dihasilkan oleh Jamaica yang sangat terkenal dengan nama Blue Mountain.

6 jenis kopi arabica Indonesia adalah: Gayo di Aceh, Mandheling di Sumatera Utara, Java di Jawa (terutama Jawa Timur), Kintamani di Bali, Toraja di Sulawesi dan jenis baru Mangkuraja dari Bengkulu. Toraja sendiri sering juga disebut dengan Kalosi Toraja, Mandheling kadang ditulis dengan Mandailing. Ada juga orang yang menggolongkan Gayo dan Mandheling menjadi satu yaitu Sumatra Coffee, seperti penggolongan yang dilakukan oleh Starbucks.

Sebenarnya ada 1 jenis lagi yang sangat-sangat spesifik dan sangat mahal, yaitu kopi luwak. Kopi luwak ini dihasilkan oleh seekor binatang sejenis musang yang memakan buah kopi (coffee cherries) yang betul-betul matang pohon, dan mengeluarkan kotoran dengan biji kopi yang masih utuh di tengah kotoran yang tersebar di seluruh perkebunan kopi di pegunungan-pegunungan. Biji kopi yang tidak tercerna dan ikut keluar bersama kotoran tsb sudah mengalami proses alami di sistem pencernaan binatang itu, yang setara dengan fermentasi dan pemanggangan khusus kelas tinggi. Merek kopi ini mirip dengan nama binatang legendaris tadi, dan menurut empunya merek, campuran kopi luwak asli 3%. Konon rasanya sangat unik, selangit dan membuat ketagihan. Tapi harganya… MAHAL, cyinn… (>_<“)

Arabica dan Robusta Kopi arabica hanya bisa tumbuh di ketinggian sekitar 800 – 1000 m dpal, sementara saudara dekatnya, robusta tumbuh di ketinggian di bawah itu. Tanaman robusta di Indonesia kebanyakan merupakan peninggalan jaman penjajahan Belanda. Uniknya, kopi arabica yang tumbuh di satu daerah jika dicoba ditanam di daerah lain, akan berubah aroma, rasa dan keunikannya. Misalnya kopi Gayo dibawa ke Sulawesi, atau kopi Toraja dibawa ke Jawa, ditanam di tempat yang bukan habitat aslinya, hasil panennya tidak akan sama lagi dengan induknya. Apapun sistem penanaman itu, kopi arabica tadi akan berubah karakteristiknya sesuai dengan tempat penanaman. Robusta di Indonesia banyak ditanam di Sumatera bagian selatan, termasuk Lampung dan sekitarnya, dan juga di Jawa. Indonesia cukup banyak menghasilkan kopi ini dan salah satu pemasok penting dunia

Nah, 4 jenis yang saya sebutkan tadi adalah jenis kopinya. Trus, gimana penyajiannya?

Penyajian kopi telah berkembang menjadi banyak variasi. Beragamnya jenis kopi kadang bikin mumet, apalagi dengan nama yang terasa asing di telinga. Berikut ini adalah variasi penyajian kopi yang biasa tersedia di kedai-kedai kopi.

1. Kopi reguler

Kopi reguler dibuat dengan hanya mencampur bubuk kopi dengan air panas. Aduk dan diamkan selama satu menit sebelum dikonsumsi. Kopi bisa disajikan ‘hitam’ atau ‘putih’. Jika ingin kopi putih, tambahkan krim atau susu ke dalam kopi. Tambahkan pula gula sesuai selera Anda.

2. Kopi instan

Dalam kopi instan, bubuk kopi akan ikut larut ketika kopi diseduh. Jenis kopi ini cocok untuk orang sibuk yang ingin membuat kopi dengan cepat dan mudah. Cara membuat kopi instan sama dengan kopi reguler

3. Espresso (berasal dari Italia)

Kopi espesso dibuat dengan mencampur kopi dari jenis yang berbeda. Kopi espresso dapat digolongkan mulai dari dark (paling kuat) hingga espresso tanpa kafein.

4. Cappuccino

Minuman kopi ini mirip dengan espresso hanya saja penyajiannya ditambahkan dengan susu berbusa diatasnya. Susu berbusa digunakan untuk menahan agar kopi tetap panas. Bubuk kayu manis atau cokelat dapat ditambahkan pula pada cappuccino.

5. Latte (‘susu’ dalam bahasa Italia)

Latte merupakan satu jenis espresso yang dibuat dengan susu yang telah dikukus (susu juga berbusa seperti pada espresso). Semakin banyak susu ditambahkan, konsentrasi dan rasa kopi akan semakin ringan.

6. Mocha (berasal dari Yaman)

Jenis kopi ini menggunakan tambahan kacang mocha. Kopi mocha bisa dibandingkan dengan minum cappuccino atau latte, namun dengan versi yang lebih manis. Bubuk cokelat panas atau sirup biasanya juga ditambahkan pada mocha.

7. Frappe

Frappe merupakan versi dingin dari espresso. Frappe biasanya dibuat dari campuran kopi instan, gula, luluhan es, krim, dan air.

Nah, itu tadi sekilas tentang kopi/coffee/coffea. Nanti kalau dapat bahan lagi, saya akan bahas lagi tentang kopi. Maaf kalau ada yang kurang.. (┌’⌣’┐)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s